Kamis, 26 Mei 2011

Bumi Manusia 2

Yaaak Bumi Manusia, sebuah buku oleh Pramoedya Ananta Toer.
Terakhir ak nulis ttg Minke dan kaitannya dengan pendidikan. Dulu Indonesia jaman dijajah belum semua blh belajar, dari buku tersebut tersirat sebuah fakta bahwa penjajah memang berusaha agar orang-orang Indonesia tidak terdidik. Namun terbukti bahwa pendidikan punya siapa saja di buku ini. Dan andai Indonesia seperti Jepang yang mengutamakan pendidika setelah d bom atom, mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang berbeda, menurutku...

Ok kali ini aku ingin menuliskan kesanku ttg karakter-karakter manusia di buku ini yg menarik untukku.
Yang pertama Nyai Ontosoroh. Nyai disini tidak hanya sekedar sebutan. Di jaman itu, "Nyai" adalah panggilan untuk istri simpanan, betapa sedih membaca kisah hidupnya...
Karakternya menarik sekali karena dia digambarkan sebagai wanita mandiri dan pandai di jaman itu, jaman dimana wanita Jawa tidak boleh sekolah dan bekerja. Namun wanita ini tahu banyak ilmu dan pengetahuan, mampu menguasai bahasa Belanda dengan fasih, dan mampu menjalankan perusahaan. Nyai Ontosoroh seorang Ibu yang tidak dinikahi oleh Millema (orang Eropa yang membelinya), menghasilkan dua anak dengan muka Indo, Annelis Millema dan Robert Millema. Nyai Ontosoroh tidak belajar di bangku sekolah, namun dia sangat pandai, sopan, bertata krama tinggi, menguasai adat-adat Eropa yang membuat Minke, seorang siswa H.B.S terkaget-kaget melihatnya. Nyai Ontosoroh sangat mementingkan belajar untuk mengangkat derajat hidup manusia, menghadapi akan kolonialisme Belanda saat itu. Belajar bisa darimana saja, buku, pengalaman hidup. Yang sangat berkesan untukku adalah, dia tetap menjadi wanita Indonesia, yaitu berpenampilan Indonesia dengan kebaya yang anggun dan rapi setiap hari.

Annelis Millema, putri dari Nyai Ontosoroh dan Robert Millema, yang tidak diakui dalam hukum kolonial Belanda karena orangtuanya tidak menikah. Seorang perempuan yang cantik sekali, kalau sekarang biasa disebut Indo(bayangkan pada jaman dulu belum banyak orang Indo terus ada seorang wanita Indo, betapa semua orang takjub akan kecantikannya). Seorang perempuan muda yang rapuh karena dalam usia muda dia harus bisa membantu ibunya menjalankan perusahaan dan tidak mempunyai teman yang sebaya dengannya. Ketika menjalankan perusahaan dia sangat tegar dan hebat, tetapi ketika bersosialisasi dengan orang dia masih seperti anak kecil. Apalagi ketika dia jatuh cinta pada Minke. Yang menarik untukku adalah dia berpenampilan Eropa tetapi dia lebih suka berpikir bahwa dirinya pribumi, seperti ibunya. Tokoh ini jatuh cinta pada Minke sejak bertemu pertama kali.

Minke, tokoh utama yang misterius di awal bukunya. Manusia darimanakah Minke ini, kenapa tak punya nama keluarga kalau dia memang orang Eropa, tapi kenapa juga namanya Minke. Ternyata Minke adalah lelaki pribumi, anak seorang bupati, keturunan bangsawan, seorang Raden Mas, oleh karena itu dia bisa sekolah pada jaman itu. Minke seorang pribumi yang lebih tertarik pada dunia barat, pada kemajuan jaman, dan sangat pandai menulis dalam bahasa Belanda daripada Melayu. Minke menjadi orang dengan pikiran lebih maju daripada pribumi lainnya karena ilmu pengetahuan. Walaupun satu sekolahan yang kebanyakan Belanda tersebut tidak percaya bahwa orang Indonesia bisa melampaui tinkgat kepandaian mereka, namun Minke membuktikannya dalam buku ini danmematahkan kolonialisme Belanda. 


Yak itu tadi 3 tokoh yang menarik untukku dalam buku ini.

Tidak ada komentar: