Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Buku Dies Natalies Fakultas Pertanian UGM Yk jadi juga

Yupp alhamdulillah aku mendapatkan job membuatkan buku dari UGM, buku Dies Natalies Fakultas Pertanian. Aku mengerjakan buku ini selama kurang lebih 2 bulan.
And this is it :D






Kamis, 26 Mei 2011

Bumi Manusia 2

Yaaak Bumi Manusia, sebuah buku oleh Pramoedya Ananta Toer.
Terakhir ak nulis ttg Minke dan kaitannya dengan pendidikan. Dulu Indonesia jaman dijajah belum semua blh belajar, dari buku tersebut tersirat sebuah fakta bahwa penjajah memang berusaha agar orang-orang Indonesia tidak terdidik. Namun terbukti bahwa pendidikan punya siapa saja di buku ini. Dan andai Indonesia seperti Jepang yang mengutamakan pendidika setelah d bom atom, mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang berbeda, menurutku...

Ok kali ini aku ingin menuliskan kesanku ttg karakter-karakter manusia di buku ini yg menarik untukku.
Yang pertama Nyai Ontosoroh. Nyai disini tidak hanya sekedar sebutan. Di jaman itu, "Nyai" adalah panggilan untuk istri simpanan, betapa sedih membaca kisah hidupnya...
Karakternya menarik sekali karena dia digambarkan sebagai wanita mandiri dan pandai di jaman itu, jaman dimana wanita Jawa tidak boleh sekolah dan bekerja. Namun wanita ini tahu banyak ilmu dan pengetahuan, mampu menguasai bahasa Belanda dengan fasih, dan mampu menjalankan perusahaan. Nyai Ontosoroh seorang Ibu yang tidak dinikahi oleh Millema (orang Eropa yang membelinya), menghasilkan dua anak dengan muka Indo, Annelis Millema dan Robert Millema. Nyai Ontosoroh tidak belajar di bangku sekolah, namun dia sangat pandai, sopan, bertata krama tinggi, menguasai adat-adat Eropa yang membuat Minke, seorang siswa H.B.S terkaget-kaget melihatnya. Nyai Ontosoroh sangat mementingkan belajar untuk mengangkat derajat hidup manusia, menghadapi akan kolonialisme Belanda saat itu. Belajar bisa darimana saja, buku, pengalaman hidup. Yang sangat berkesan untukku adalah, dia tetap menjadi wanita Indonesia, yaitu berpenampilan Indonesia dengan kebaya yang anggun dan rapi setiap hari.

Annelis Millema, putri dari Nyai Ontosoroh dan Robert Millema, yang tidak diakui dalam hukum kolonial Belanda karena orangtuanya tidak menikah. Seorang perempuan yang cantik sekali, kalau sekarang biasa disebut Indo(bayangkan pada jaman dulu belum banyak orang Indo terus ada seorang wanita Indo, betapa semua orang takjub akan kecantikannya). Seorang perempuan muda yang rapuh karena dalam usia muda dia harus bisa membantu ibunya menjalankan perusahaan dan tidak mempunyai teman yang sebaya dengannya. Ketika menjalankan perusahaan dia sangat tegar dan hebat, tetapi ketika bersosialisasi dengan orang dia masih seperti anak kecil. Apalagi ketika dia jatuh cinta pada Minke. Yang menarik untukku adalah dia berpenampilan Eropa tetapi dia lebih suka berpikir bahwa dirinya pribumi, seperti ibunya. Tokoh ini jatuh cinta pada Minke sejak bertemu pertama kali.

Minke, tokoh utama yang misterius di awal bukunya. Manusia darimanakah Minke ini, kenapa tak punya nama keluarga kalau dia memang orang Eropa, tapi kenapa juga namanya Minke. Ternyata Minke adalah lelaki pribumi, anak seorang bupati, keturunan bangsawan, seorang Raden Mas, oleh karena itu dia bisa sekolah pada jaman itu. Minke seorang pribumi yang lebih tertarik pada dunia barat, pada kemajuan jaman, dan sangat pandai menulis dalam bahasa Belanda daripada Melayu. Minke menjadi orang dengan pikiran lebih maju daripada pribumi lainnya karena ilmu pengetahuan. Walaupun satu sekolahan yang kebanyakan Belanda tersebut tidak percaya bahwa orang Indonesia bisa melampaui tinkgat kepandaian mereka, namun Minke membuktikannya dalam buku ini danmematahkan kolonialisme Belanda. 


Yak itu tadi 3 tokoh yang menarik untukku dalam buku ini.

Sabtu, 21 Mei 2011

Bumi Manusia

Aku ingin bercerita tentang rasa dan pikiranku setelah membaca buku.
Aku dipinjami buku bagus, sebuah buku yang kontroversial, buku lama, buku karangan pengarang peraih banyak nobel, PRAMOEDYA ANANTA TOER. Buku tentralogi yang pertama berjudul Bumi Manusia. Aku langsung penasaran begitu membacanya dan ingin mengetahui seluruhnya, seluruh isi buku tersebut secepatnya. Bahasa tulisnya deskriptif, begitu dekat hingga kita bisa membayangkan apa yang pengarang maksudkan. Langsung saja aku terbawa ke jaman itu, jaman dimana Minke, seorang Raden mas yang mengenyam pendidikan Belanda di bumi Inonesia ini hidup. Seorang pribumi yang awal-awal yang bisa sekolah dalam masa penjajahan Belanda.
Aku bisa membayangkan jaman ketika Indonesia belum merdeka namun tetap bergerak dan berkembang di bawah bayang-bayang Belanda. Suasananya, orang-orang memakai bendi atau kereta kuda sbg alat transportasi. Bule-bule hidup menetap dan berbaur dg pribumi.
Pemikiran-pemikiran manusia Indonesia saat jaman itu pada wanita yang bekerja. Pemikiran-pemikiran Belanda saat itu terhadap orang Indonesia, yaitu bagi mereka kita itu bodoh dan tidak mungkin ilmu pikirnya melampaui mereka. Dan pemikiran itu dipatahkan oeh Minke, yang mampu menulis artikel dalam bahasa belanda dengan sempurna, diterbitkan di koran-koran pula. Selain itu Minke juga menjadi siswa terbaik sekolah Belanda tersebut, Minke yang seorang Indonesia. Ah jd teringat dan berpikir. Orang Indonesia itu sebenarnya mengagumkan, sangat cepat beradaptasi dan belajar. Sayang jaman tidak membuai Indonesia dengan mementingkan karakter Indonesia sendiri dan pendidikan.

Hmmm diterusin besok yaaaah pemikiranku ttg Bumi Manusia ini. ini pendapatku pribadi, mungkin orang lain yang juga membaca buku ini bisa berpendapat lain. Hiihihi

Selasa, 24 Agustus 2010

Bob Sadino

Membaca buku Bob Sadino. Jangan punya tujuan bila melakukan wirausaha katanya. hmmm terus terpikir dikepala, apakah bagus begitu? mungkin iya juga mengingat dulu ak tidak berpikir hanya menjalani saja dalam berwirausaha kecil-kecilan.
Sedang menghimpun untuk membuat produk lagi, berlabel widuri. semoga bisa berhasil
Powered By Blogger